Panduan Cara Menulis Skripsi / Tugas Akhir yang Benar

Menulis Skripsi

Panduan Cara Menulis Skripsi / Tugas Akhir yang Benar

Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup Tugas Akhir, Penelitian dan Penulisan Tugas Akhir, Etika Penulisan Karya Ilmiah, Format Pengetikan Tugas Akhir, Struktur dan Pola Umum Dokumen Tugas Akhir, Tata Bahasa dan Gaya Penulisan, Sistem Penulisan dan Referensi Tugas Akhir merupakan kumpulan beberapa kata yang membantu anda fokus dalam beberapa bagian dari artikel ini, selanjutnya………………

Menulis Skripsi
Menulis Skripsi

☺Saat menjelang ingin jadi “mantan penghuni kampus” yang dipikirkan mahasiswa/wi adalah bisa menyelesaikan “tugas sakral” yang wajib hukumnya kalau tidak mau disebut “tua di kampus”, adalah segera menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Banyak mahasiswa kadang belum siap dengan 2 kendala utama yaitu mencari judul tugas akhir serta bagaimana cara atau teknik penulisan skripsi yang benar. Sebagai mantan penghuni kampus, saya ingin membantu keponakan saya dan juga siapapun anda dengan memberikan informasi panduan “cara menulis skripsi yang benar”, kiranya bisa menjadi solusi 2 kendala utama mahasiswa seperti penjelasan di atas.

 

 

Adapun isi panduan penulisan skripsi yang baik dan benar adalah sebagai berikut :

  1. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

1.2. Tujuan

1.3. Ruang Lingkup

1.4. Penelitian dan Penulisan Tugas Akhir

1.5. Etika Penulisan Karya Ilmiah

1.6. Format Pengetikan Tugas Akhir

 

  1. Struktur dan Pola Umum Dokumen Tugas Akhir

2.1. Struktur dan Pola Umum Bagian Awal

2.2. Struktur dan Pola Umum Bagian Utama

 

2.3. Struktur dan Pola Umum Bagian Akhir

 

 

III.Tata Bahasa dan Gaya Penulisan

 

3.1. Perhurufan

 

3.2. Pengejaan Kata

 

3.3. Pemenggalan Kata

 

3.4. Penulisan Kata

 

3.5. Aspek Gaya Penulisan

  1. Sistem Penulisan (Angka, Lambang, Istilah, dan Tata Nama Ilmiah)

4.1. Angka dan Bilangan

4.2. Biologi

  1. Referensi

5.1. Buku 40

5.2. Bab dalam buku

5.3. Paper/Makalah konferensi (conference paper)

5.4. Artikel Jurnal

5.5. Skripsi/Thesis/Disertasi

5.6. Laporan

5.7. Halaman web (web page)

5.8. Tabel, Gambar, Diagram

5.9. Hak Paten

5.10. Standarisasi

5.11. Peta

5.12. Komunikasi Pribadi (Personal Communication)

  1. Presentasi Data

6.1. Tabel

6.2. Gambar

 

Menulis Skripsi
Menulis Skripsi

1.1. Latar Belakang

 

Menurut situs Judi Bola Tugas Akhir (TA) didefinisikan sebagai karya ilmiah yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, di bawah pengawasan atau pengarahan dosen pembimbing, untuk memenuhi kriteria-kriteria kualitas yang telah ditetapkan sesuai keilmuannya masing-masing.Tugas akhir yang dalam hal ini outputnya adalah skripsi, merupakan bench-mark perjalanan seorang mahasiswa dalam memperoleh gelar sarjana strata satu yang juga merupakan titik ukur perjalanan akademis individu tersebut dalam menuntut ilmu pada tingkat universitas khususnya di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin.

Melalui panduan ini diharapkan mahasiswa yang akan maupun sedang dalam proses penulisan tugas akhir dapat menyelesaikan proses penulisan dengan baik dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.  Selain itu, tulisan tugas akhir yang baik dapat memberikan peluang yang lebih banyak bagi para penguji untuk lebih memfokuskan diri terhadap perbaikan isi tugas akhir yang dapat berdampak positif bagi peningkatan kualitas tugas akhir.  Lebih jauh, tulisan yang baik dan berkualitas akan juga memberikan peluang yang besar terhadap karya ilmiah tersebut untuk dapat diterbitkan pada jurnal ilmiah ataupun karya ilmiah lainnya.

 

1.2. Tujuan

 

Penyusunan panduan tugas akhir ini pada hakikatnya adalah bertujuan untuk:

  1. Memberikan soft skill bagi mahasiswa agar dapat merangkum, mengaplikasikan, menuangkan, memecahkan permasalahan, keterampilan, ide dan masalah dalam bidang keahlian tertentu secara sistematis, logis, kritis dan kreatif, didukung data/informasi yang akurat dengan analisis yang tepat dalam bentuk karya tulis

“skripsi”.

  1. Mampu membentuk sikap mental ilmiah mahasiswa yang dihasilkan dari Program Studi Kehutanan.
  2. Memberikan tuntunan dalam praktik penulisan tugas akhir.

1.3. Ruang Lingkup

Tugas akhir yang dimaksudkan dalam buku panduan ini adalah tugas akhir yang dibuat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin.

1.4. Penelitian dan Penulisan Tugas Akhir

Tugas akhir (TA) adalah syarat mutlak bagi seorang mahasiswa untuk dapat  menyandang gelar kesarjanaan di bidangnya sekaligus merupakan salah satu perwujudan dari Tridarma Perguruan Tinggi. Tugas akhir secara umum dapat dihasilkan dari proses penelitian, perancangan (desain), pemodelan, maupun studi/kajian literatur (desktop analysis).  Tugas akhir haruslah memiliki karakteristik khususseperti:

  1. Adanya perumusan masalah untuk penelitian dan ide untuk perancangan
  2. Judul tugas akhir dipilih sendiri oleh mahasiswa dan/atau diarahkan oleh dosen pembimbing
  3. Didasarkan pada pengamatan laboratorium/lapang (data primer) dan/atau analisis data sekunder
  4. Harus ada ketertiban metodologi
  5. Di bawah bimbingan berkala dan teratur oleh dosen pembimbing
  6. Harus cermat dalam sajian (tata tulis ilmiah atau aturan gambar)
  7. Dipresentasikan dalam forum seminar
  8. Dipertahankan dalam ujian lisan di depan tim dosen penguji.

1.5. Etika Penulisan Karya Ilmiah

Salah satu harapan besar bagi Perguruan Tinggi adalah dapat mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang keilmuannya saja namun juga memiliki keterampilan, sikap mental yang baik serta berakhlak mulia selaras dengan Tridarma Perguruan Tinggi.  Oleh sebab itu, proses penelitian dan tugas akhir adalah merupakan cerminan dari pembinaan yang dilakukan selama proses perkuliahan berlangsung sekaligus sebagai tempat dalam menempa dan mengasah sikap dan keterampilan tersebut. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan dan memantapkan kebebasan ilmiah namun tentu saja haruslah diatur dalam sebuah pedoman moral yang dikenal dengan etika.  Etika akademis sangat menekankan akan kejujuran dalam mencari dan menemukan kebenaran serta mengungkapkannya.  Dalam penulisan karya ilmiah inilah mahasiswa juga mulai diperkenalkan etika penulisan karya ilmiah yang mengedepankan kejujuran, khususnya dalam hal tidak menggunakan hasil pemikiran/ temuan/ teori yang dimiliki ilmuwan lain yang sudah ada, tanpa menyebutkan namanya sebagai acuan untuk karya tulis ilmiah.

 

 

Dipandang dari sudut etika akademis, suatu karya ilmiah haruslah bersifat obyektif (berdasarkan kondisi faktual), up to date (yang ditulis adalah merupakan perkembangan ilmu yang paling akhir), rasional (yang berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik), reserved (jujur, lugas, dan tidak bermotif pribadi), serta efektif dan efisien.  Dengan demikian mahasiswa dalam melakukan penelitian dan penulisan tugas akhir mahasiswa harus berpegang teguh pada etika akademis yang mana sebagai seorang peneliti harus membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi, dan menghasilkan inovasi bagi peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia (Manalu, 2013a).

 

Manalu (2013a) menyatakan bahwa penelitian ilmiah dibangun atas dasar kepercayaan (trust) sehingga data atau pun informasi yang dilaporkan oleh ilmuwan adalah benar dan valid adanya.  Selain itu, penelitian diyakini sebagai cerminan usaha yang jujur dari ilmuwan untuk menjelaskan fenomena alam secara akurat dan jelas dimana hal ini hanya dapat dipertahankan jika tata nilai dalam pelaksanaan penelitian (scientific conduct) tetap dijunjung tinggi.

 

Praktik yang melanggar kode etik penulisan karya ilmiah adalah fabrikasi (mengarangngarang data), falsifikasi (mengubah data supaya hasil sesuai dengan kemauan peneliti/pembimbing/sponsor), dan plagiarism (Manalu, 2013b).  Terkait plagiarism perlu mendapatkan perhatian bagi mahasiswa dan juga dosen pembimbing khususnya bila di kemudian hari karya ilmiah tersebut akan dipublikasikan.  Plagiarism merupakan praktik yang sering dilakukan di kalangan akademisi yang sering kali terjadi secara tidak sengaja maupun sengaja. Plagiarism didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang mengambil ide, data atau pun tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya atau mengakui pemiliknya (Menteri Pendidikan RI, 2010; Manalu, 2013b).

Plagiarisme terbagi menjadi dua kategori yaitu plagiarism atas karya orang lain dan atas karya sendiri(Australian Government, 2007; Manalu, 2013b).  Plagiarisme yang dilakukan atas karya sendiri (auto-plagiarism) yaitu apabila peneliti membuat publikasi data penelitian yang sama secara berulang-ulang pada artikel ilmiah yang berbeda atau membagi-bagi atau memecah data penelitian yang harusnya menjadi satu kesatuan dan diterbitkan menjadi artikel yang berbeda (Manalu 2013b).  Satu data hasil penelitian hanya boleh sekali diregistrasi/dipublikasi.

 

 

Peraturan mengenai plagiarism atas karya orang lain telah diatur dan ditetapkan secara hukum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi (Menteri Pendidikan RI, 2010). Secara jelas dalam peraturan tersebut didefinisikan bahwa plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

1.6. Format Pengetikan Tugas Akhir

Skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian bagi Sarjana Strata Satu (S1) yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu melalui proses pengambilan dan pengolahan data (penelitian) dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya sehingga mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia (Gunawan,  dkk., 2008).

 

 

Agar format pengetikan tugas akhir ini bisa menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik dan benar, maka ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Struktur Skripsi
  2. Format Pengetikan

 

Penjelasan selanjutnya yaitu…..

  1. Struktur Skripsi

Secara umum skripsi terdiri atas bagian awal, utama, dan bagian akhir. Bagian awal dimulai darihalaman sampul luar, halaman judul, halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, sampai daftar lampiran. Bagian utama merupakan inti dari skripsi, secara garis besar berisi pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan serta kesimpulan. Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Tiaptiap bagian tersebut diuraikan secara rinci pada bab-bab selanjutnya

 

  1. Format Pengetikan

Format pengetikan skripsi bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan diatur sebagai berikut:

 

  1. Skripsi diketik menggunakan kertas HVS putih 70 atau 80 g berukuran A4 (21 cm x 29,7 cm).

 

  1. Huruf yang digunakan ialah Times New Roman dengan ukuran font 12 untuk teks. Judul babmenggunakan ukuran font 14 dan sub bab pertama dengan ukuran font 13. Sementara bagi sub-sub bab menggunakan font 12. Semua judul dan sub bab dicetak tebal.

 

  1. Naskah diketik dengan spasi 1,5 pada halaman dengan pinggiran margin 4 cm dari tepi kiri dan 3 cmdari kanan, atas, serta bawah kertas.

 

  1. Ukuran ketikan catatan kaki (footer) dan entri dalam tabel atau gambar harus lebih kecil dari ukuran font 12 namun tidak lebih kecil dari ukuran font 8 (font 8-10).

 

  1. Kutipan langsung diketik dengan spasi 1, dengan seluruh blok kutipan diberi indent 1 cm yang diawali dan diakhiri oleh tanda kutip (“). Bila diperlukan, gunakan huruf miring, bukan garis bawah.

 

  1. Naskah diketik pada satu muka halaman, tidak diketik timbal balik.

 

  1. Setiap awal paragraph dimulai dengan indent 1 cm (8 ketuk spasi).

 

  1. Naskah diketik dalam satu kolom.

 

  1. Setiap halaman diberi nomor. Nomor halaman diletakkan di sebelah kanan bagian bawah dengan tidak melanggar batas pias dan memiliki jarak 1,5 spasi dari baris terakhir teks. Nomor halaman tidak ditampilkan pada halaman yang memuat judul bab dan halaman sampul. Penulisan nomor halaman mulai dari Pendahuluan hingga Lampiran menggunakan angka Arab (1,2,3, dan seterusnya) sedangkan penulisan halaman sampul hingga daftar lampiran (bagian awal skripsi) menggunakan angka romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya).

 

  1. Penulisan judul bab pada isi naskah tugas akhir tidak menggunakan kata Bab. Judul ditulis tepat di tengah margin dengan menggunakan huruf kapital, tebal, dan ukuran font

14 dengan penomoran angka romawi besar. Jarak antara judul bab dengan sub bab pertama atau paragraf pertama adalah spasi 3.

 

  1. Sub bab pertama ditulis dengan menggunakan huruf tebal (font 13) dengan huruf kapital pada setiap awal kata dan diletakkan di tepi kiri margin (rata kiri). Penomoran sub bab pertama ditulis dengan menggunakan angka arab yang didahului dengan nomor bab dan diikuti oleh urutan penomorannya (contoh: 1.1., 1.2, dan seterusnya). Jarak antara sub bab pertama dengan sub bab berikutnya atau paragraf yang mengikutinya adalah spasi 2.5.

 

  1. Sub bab tingkat kedua diletakkan sejajar dengan sub bab pertama, ditulis dengan huruf tebal berfont 12 dengan huruf kapital pada setiap awal kata dan diberi nomor sesuai dengan urutan penomoran berdasarkan tingkatan sub bab pertamanya (contoh: 1.1.1, 1.2.1). Jarak antara sub bab kedua dengan sub bab berikutnya atau paragraf yang mengikutinya adalah spasi 2.

 

  1. Jika terdapat sub bab ketiga, maka sub bab ini ditulis dengan menggunakan font 12, huruf tebal, dan dimiringkan tanpa menggunakan penomoran dan disejajarkan dengan sub-bab sebelumnya.

 

  1. Judul pada bagian akhir skripsi (daftar pustaka dan lampiran-lampiran) tidak diberi penomoranbab dan ditulis dengan huruf kapital yang dicetak tebal diletakkan di tengah margin.

 

  1. Penomoran lampiran diurut berdasarkan rujukan dalam teks dan judul lampiran ditulis dengan terlebih dahulu menyebutkan lampiran serta nomor lampiran yang dicetak tebal Contoh:

Lampiran 1.  Data mentah diameter pohon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *